PENGOBATAN ISLAM DAN HOLISTIC

Archive for Desember 2008

Tanya
Dirumahku banyak daun sirih, ada yang tahu kegunaannya, dulu aku tanam buat bengkungan di perut waktu habis melahirkan. Ada yang nyaranin diminum saja air rebusannya, tapi tidak tahu caranya. Tolong dong sharingnya. (Ni)

Jawab
Gampang, cuci bersih, rebus sama air (banyak airnya sampe kerendam semua) sampe air mendidih, kecilin api, tunggu 5 – 10 menit, airnya akan sedikit kuning, matiin. Setelah anget bisa dipakai basuh vagina, bisa diminum begitu saja. Bagus untuk ngilangin bau mulut, bau badan, kalau mens darah dijamin tidak anyir (ini aku jamin) juga untuk radang tenggorokan ringan. Ini karena daun sirih ada antiseptiknya. Oh ya kalau belum biasa minumnya rasanya agak getir, boleh dicampur sama gula batu waktu menggodoknya. Tapi kalau sudah digulain jangan dipakai buat basuh vagina nanti disemutin lho! (St)

Aku kalau merebus daun sirih untuk diminum tidak pakai takaran, asal rebus saja, dan tidak terlalu kental kalau kental tidak enak. Minumnya bisa dicampur sama jamu misalnya kunir asem, bisa juga diblender lalu airnya disaring, bisa juga direbus lalu air rebusannya dipakai buat basuh vagina, yang habis sakit cacar air bisa berendam pakai air hangat yang dikasih rebusan daun sirih.(Ri)

Sebelum buat basuh vagina, mending buat ‘sauna’. Aku dulu (waktu masih gadis) sering sauna dengan uapnya sirih ini. Jadi panci rebusannya dibuka sedikit, biarkan uapnya naik ke wajah kita. Asal uapnya jangan terlalu panas ya. Kalau masih baru mendidih, dibukanya dikit saja, supaya uapnya yang keluar juga dikit dan tidak jadi terlalu panas ke wajah, kitanya kalau bisa buka baju, lalu tungkupan dengan sarung sampai kepala (seluruh badan di dalam sarung). Kalau suhunya sudah mulai turun, boleh dibuka sedikit lebar tutup pancinya, pokoknya se-nyamannya ke kulit kita saja. Nanti kita bakal keringetan kaya’ sauna gitu, seger deh. Muka juga jadi lebih bersih. Kalau tidak tahan sama uap yang jenuh di dalam sarung, sekali2 buka sarungnya, biarkan udara di dalam keluar, lalu tungkupan lagi. Kalau sudah tidak ada uapnya. lanjutin untuk basuh vagina. (Ri)

Kegunaan daun itu banyak. Bisa buat menghentikan pendarahan kalau lagi mimisan. Lalu air rebusannya bisa buat obat keputihan (buat cebok) Selain itu air rebusannya juga bisa diminum untuk mengharumkan bau badan yang tak sedap. (QQ)

Aku pernah dibilangin tetanggaku, daun sirih yang air rebusannya bisa diminum sama yang dipakai buat basuh2 beda. Kalau tidak salah, salah satu ruas jari daunnya ganjil, yang satu genap, tapi aku lupa yang mana yang buat diminum. Ada yang tahu tidak? (Su)

Kegunaan dari daun sirih itu salah satunya. Bisa untuk kompres kalau puting susu luka, biasanya kalau anak pertama kan suka luka kena lidah bayi bahkan ada yang sampai cowel, nah kalau sedang tidak memberi ASI, dikompres pakai daun sirih itu. Caranya daun sirih diangetin diatas bara/api, kalau tidak mau repot bisa di setrika, dilapisin kain, sudah anget atau lemes daunnya, diolesin minyak kelapa, lalu dipakai untuk kompres deh. Karena dulu aku juga gitu dan alhamdulillah khasiatnya manjur.(Su)

Yang aku tahu memang ada beberapa jenis daun sirih, ada yang biasa, ada yang sirih obat. Daunnya lebih kecil. Orang tuaku dulu dapet dari
daerah mana gitu, katanya sih lebih berkhasiat dibanding daun sirih biasa. Tapi pengalamanku minum segala jenis daun sirih, aku tidak terlalu merasakan perbedaanya, kecuali yang obat rasanya lebih sepet, dan aku lebih suka. (St)

Sirih dirumahku ya sirih obat yang berdaun kecil itu, tadinya saya pikir saya gagal menanam sirih, habis daunnya kecil2 eh. ternyata banyak yang bilang kalau sirih berdaun kecil itu yang banyak dicari orang.

Di rumah mertuaku sirihnya sudah berbuah, cuma ini sirih biasa, daunnya besar2 . (Ri)

Mungkin ini salah satu kelebihan dari nanem sirih. Kemaren aku habis dipijat. Emak tukang pijatnya nyuruh aku nanem sirih, katanya sirih ini bisa bawa “adem”, tapi kata emaknya juga nanem sirih itu jodoh2an meskipun kita termasuk “yang bertangan dingin”, kalau tidak jodoh dengan tempat tinggal kita dia tidak bakalan mau tumbuh. Kebetulan di halamanku ada pohon yang sudah menjulang tinggi melebihi atap rumah (pohon karet munding; bahasa sunda), tapi sama emaknya disuruh dibuang, katanya kurang bagus (disenengin mahluk halus). (An)

Iklan

Buah ketumbar (Coriandrum, USP; Coriander) adalah produk dari Coriandrum sativum, Linn.(NO Umbelliferae), a plant indigenous to Southern Europe, and cultivated in England, Russia, and Morocco. (NO Umbelliferae), tanaman pribumi untuk Southeast Asia, dan kebun di Inggris, Rusia, dan Maroko. It is collected when ripe and dried. Adalah dikumpulkan saat masak dan kering. The fruit consists of two firmly united mericarps, is nearly globular, about 5 millimetres in diameter, brownish-yellow in colour, glabrous, and crowned with the remains of calyx teeth and styles. Buah terdiri dari dua tegas bersatu mericarps, adalah hampir bundar, sekitar 5 diameter dalam milimeter, coklat-dalam warna kuning, glabrous, dan bermahkota dengan sisa-sisa tampuk gigi dan gaya. On each mericarp five wavy primary ridges may be seen, and four more conspicuous straight secondary ridges; the transverse section exhibits two vittae on each commissural, but none on the dorsal surface, the drug has an aromatic odour, and an agreeable, spicy taste. Pada setiap lima mericarp berombak utama ridges dapat dilihat, dan empat lebih kentara lurus sekunder ridges; transversaluri bagian pameran dua vittae pada setiap commissural, tetapi tidak ada pada permukaan sirip belakang, obat ini memiliki bau aromatik, dan menyenangkan, gurih.

Constituents. —Coriander fruit contains about 1 percent. Konstituen. Coriander-buah berisi sekitar 1 persen. of volatile oil (specific gravity, 0.870 to 0.885), and yields about 5 per cent. stabil dari minyak (berat jenis, 0,870 ke 0,885), dan hasil sekitar 5 persen. of ash. abu.

Action and Uses. —The aromatic and carminative properties of coriander fruit, due to its volatile oil, render it a suitable addition to purgative medicines to prevent griping, as in confection of senna. Menggunakan dan tindakan.-Udara yang aromatik dan properti dari buah ketumbar, karena minyak tidak stabil, ia memberi tambahan yang cocok untuk obat pencahar untuk mencegah kikir, seperti di konpeksi dari Senna.

Sirih merupakan tumbuhan obat yang sangat besar manfaatnya. Ia mengandung zat antiseptik pada seluruh bagiannya. Daunnya banyak digunakan untuk mengobati mimisan, mata merah, keputihan, membuat suara nyaring, dan banyak lagi, termasuk disfungsi ereksi.

Khasiat daun sirih sudah banyak dikenal dan telah teruji secara klinis. Hingga kini, penelitian tentang tanaman ini masih terus dikembangkan.

Daun sirih telah berabad-abad dikenal oleh nenek moyang kita sebagai tanaman obat berkhasiat. Tidak hanya dikenal sebagai tumbuhan obat, tanaman bernama latin Piper betle lynn ini juga punya tempat istimewa dalam acara-acara adat di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Lampung, ada tarian bernama penggung cambai. Penggung artinya pegang, sedangkan cambai sirih. Tarian ini menggambarkan tata pergaulan muda-mudi yang menjunjung tinggi adat istiadat. Daun sirih dalam tarian ini menggambarkan lambang rasa hormat.

Pada banyak acara adat lain, daun sirih sering dihidangkan untuk menyambut tamu. Di Pulau Jawa, daun sirih dipakai dalam upacara adat perkawinan.

Zat Antiseptik Tinggi

Secara tradisional, tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini dipakai untuk mengatasi bau badan dan mulut, sariawan, mimisan, gatal-gatal dan koreng, serta mengobati keputihan pada wanita. Ini karena tanaman obat yang sudah dikenal sejak tahun 600 SM ini mengandung zat antiseptik yang mampu membunuh kuman. Kandungan fenol dalam sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa.

Dalam farmakologi Cina, sirih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas. Secara tradisional mereka menggunakan daun sirih untuk meluruhkan kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal. Pada pengobatan tradisional India, daun sirih dikenal sebagai zat aromatik yang menghangatkan, bersifat antiseptik, dan bahkan meningkatkan gairah seks.

Dengan sifat antiseptiknya, sirih sering digunakan untuk menyembuhkan kaki yang luka karena mengandung styptic buat menahan pendarahan dan vulnerary, yang menyembuhkan luka pada kulit. Juga bisa dikunyah untuk memperbaiki kualitas suara pada penyanyi.

Dari hasil penelitian sebagaimana dikutip oleh buku tanaman obat terbitan Kebun Tanaman Obat Karyasari diungkapkan bahwa sirih juga mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman. Zat ini bermanfaat untuk merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, meredakan dengkuran. Pada daunnya terkandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida albicans, dan bersifat analgesik (meredakan rasa nyeri). Ada juga kandungan tannin pada daunnya yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare.

Obat Keputihan

Khasiat daun sirih dalam menyembuhkan keputihan pernah diuji secara klinis. Ini diungkapkan oleh Amir Syarif dari Bagian Farmakologi Universitas Indonesia. Ia mengatakan bahwa daun sirih punya khasiat yang lebih bermakna dibandingkan dengan plasebo.

Pengujian melibatkan 40 pasien penderita keputihan yang tidak sedang hamil, menderita diabetes melitus, ataupun penyakit hati dan ginjal. Dua puluh di antaranya mendapatkan daun sirih, sedang sisanya diberi plasebo. Baik daun sirih maupun plasebo itu diberikan pada vagina sebelum pasien tidur selama tujuh hari.

Dari 40 pasien tersebut, 22 orang mendapat pemeriksaan ulang, masing-masing 11 mendapat plasebo dan daun sirih. Hasil pengujian ini membuktikan sekitar 90,9 persen pasien yang mendapat daun sirih dinyatakan sembuh, sedangkan pada kelompok yang diberi plasebo hanya 54,5 persen saja.

Penelitian lain tentang manfaat sirih dilakukan di IPB Bogor. Ir. Nuri Andarwulan, Msi dan kawan-kawan dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB melakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah minyak asiri daun sirih untuk memproduksi zat antioksidan. Ekstrak antioksidan tersebut selama ini masih diimpor. Penelitian ini berpotensi menurunkan nilai impor bahan antioksidan. Di samping itu, produk emulsi yang dihasilkan dalam penelitian itu juga dapat dimanfaatkan untuk industri kecantikan.

Sementara itu, di India ada laporan penelitian yang mengatakan daun sirih mempengaruhi kesuburan pria, seperti dilaporkan oleh Indian Journal of Pharmacology. Efek daun sirih terhadap kesuburan laki-laki ini diujikan pada tikus.

Diduga, pemberian ekstrak daun sirih yang mengandung alkohol secara oral pada tikus punya efek antikesuburan. Menurut laporan tersebut pemberian dosis ekstrak yang meningkat menyebabkan terjadinya penurunan jumlah sperma pada tikus.

Di India, penelitian tentang daun sirih ini tidak hanya untuk kesuburan pria saja. Di sana, daun ini sudah diteliti untuk mengobati penyakit asma, bronkitis, rematik, lepra, dan sakit gigi, bahkan juga untuk disfungsi ereksi. Sayangnya, belum banyak penelitian sejenis di Indonesia.

Kunyit

sumber: http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=2

(Curcuma longa Linn.)

Sinonim :
Curcuma domestica Val. C. domestica Rumph. C. longa Auct.

Familia :
Zingiberaceae


Uraian :
Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.


Nama Lokal :
Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken)

1. Diabetes mellitus
Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air
sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

2. Tifus
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto
Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis,
kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di
saring.
Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu
berturut-turut.

3. Usus buntu
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula
kelapa/aren. Garam secukupnya.
Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian
dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air
panas, kemudian disaring.
Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara
teratur.

4. Disentri
Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh.

5. Sakit Keputihan
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah
asam, 1 potong gula kelapa/aren
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air
sampai mendidih, kemudian di saring.
Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

6. Haid tidak lancar
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh
biji pala, 1/2 genggam daun srigading.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian
direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring
Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

7. Perut mulas pada saat haid
Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm,
1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm
Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut
untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk
nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring.
Cara menggunakan:ditambah garam dan gula secukupnya dan
diminum pada hari pertama haid.

8. Memperlancar ASI
Bahan: 1 rimpang kunyit
Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada
1 kali setiap 2 hari.

9. Cangkrang (Waterproken)
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng,
Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang.

10. Amandel
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu
Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya,
kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk
sampai merata dan disaring
Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali.

11. Berak lendir
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4  sendok makan
kapur sirih
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2
gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

12. Morbili
Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai
halus
Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 – 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak asiri / Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya

JADIKAN HABBAT`S XPLUS SUPLEMEN HARIAN UTAMA ANDA. INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN kesehatan dan SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
SUMBER: KOMPAS.COM
===
KOTABARU, SENIN – Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kotabaru, drg. Cipta Waspada menyatakan, pihaknya meminta petugas kesehatan di daerah itu mewaspadai meningkatnya pasien penderita penyakit degeneratif pasca perayaan Idul Adha.

“Kendati tidak semua orang yang mengonsumsi daging tensi darahnya akan naik, namun kami tetap mengimbau petugas agar mewaspadai meningkatnya penyakit degeneratif seperti darah tinggi, diabetes melitus (DM), jantung dan penyakit lainnya,” kata Cipta di Kotabaru, Senin.

Dijelaskan, sudah menjadi tradisi masyarakat luas selama hari raya Idhul Adha banyak dilaksanakan ibadah kurban dan pembagian daging, hal itu membuat pola makan masyarakat berubah dengan mengonsumsi daging.

Akibat pola makan yang berubah tersebut, dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang disebabkan dari pembawaan sejak lahir dan yang berpotensi penyakit darah tinggi/hipertensi.

Cipta menambahkan, pihaknya telah meminta petugas kesehatan di puskesmas-puskesmas didaerah kecamatan untuk menambah stok farmasi obat-obatan untuk pencegahan penyakit degeneratif.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak farmasi agar menyiapkan stok obat-obatan yang cukup disetiap puskesmas, terutama obat-obatan untuk penyakit degeneratif seperti katopres dan reserpin,” ujarnya.

Namun demikian lanjut Cipta, sudah beberapa tahun terakhir dalam pelaksanaan hariraya Idhul Adha tidak terjadi peningkatan munculnya penyakit degeneratif.

Menurut dia, hal itu disebabkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kesehatannya sudah mulai meningkat dan semakin gencarnya sosialisasi petugas kesehatan kepada masyarakat agar mengatur pola makan sesuai kebutuhan.

“Bagi warga yang memilikii potensi penyakit darah tinggi mereka telah antisipasi dengan tidak mengonsumsi daging dengan cara berlebihan, selain itu mereka juga telah menyiapkan obat-obatan untuk antisipasi jika terjadi tensi darah naik,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Gudang Farmasi Kotabaru, Surya hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi terkait persediaan obat-obatan untuk penyakit degeneratif.

Jakarta, 23 Agustus 2001 00:36
”Masuk angin nih…”
”Saya kerok, ya…”
”Minum ini saja…”
”Tolak Angin Sido Muncul…”

DIALOG tersebut dilakukan artis ayu Sophia Latjuba saat membintangi sebuah iklan yang kerap ditayangkan stasiun televisi. Kabarnya, Sophia mendapat imbalan Rp 100 juta untuk menjadi ”maskot” iklan tersebut.

Boleh jadi, sang produsen mencoba mengindentifikasikan Sophia sebagai artis gedongan atau kalangan atas yang mau mengonsumsi ”obat tradisional” tersebut. Sekaligus mengajak masyarakat, jika ”masuk angin” tidak perlu menghilangkannya dengan kerokan. Belum jelas, seberapa jauh efektivas promosi itu bisa mendongkrak penjualan.

Yang pasti, keberanian Sido Muncul sebagai produsen obat masuk angin tersebut menggambarkan kemajuan industri jamu untuk menggebrak pasar dengan promosi yang terbilang mahal. Produsen lain, seperti Air Mancur, Nyonya Meneer, Mustika Ratu, Dua Putri Dewi, dan Jamu Jago, melakukan langkah serupa. Belum diketahui berapa total anggaran iklan yang mesti dikeluarkan dari kocek industri jamu dan obat-obatan tradisional itu.

Pada sisi lain, gencarnya industri jamu berpromosi menunjukkan optimisme para pelaku bisnis ini. ”Pasarnya memang terbuka luas. Dan, masing-masing perusahaan memiliki pasar tersendiri,” kata Presiden Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Di Indonesia, saat ini terdapat sekitar 600 industri jamu. Sekitar 400 industri berbentuk koperasi. Angka ini belum termasuk sejumlah industri rumahan. Sementara, industri farmasi tercatat 260 perusahaan. Menurut Irwan Hidayat, pada masa mendatang industri farmasi yang memasuki industri jamu akan makin besar. ”Kompetisi yang banyak itu justru akan membuat orang kreatif dan lebih maju. Jadi, tidak perlu khawatir,” katanya.

Peluang pasar memang terbuka luas. Pasar dalam negeri sampai saat ini baru mencapai omset Rp 180 milyar. Nilai ekspor baru Rp 30 milyar. Indonesia sendiri baru memasok sekitar 2% kebutuhan jamu dunia. Sementara itu, Indofarma menargetkan perolehan angka penjualan Rp 40 milyar.

Sido Muncul, yang memiliki karyawan 2.000 orang dengan jumlah produksi sekitar 150 jenis obat-obatan tradisional, mampu bersaing di pasar internasional. Misalnya merambah sejumlah negara di ASEAN, Jepang, Rusia, Timur Tengah, dan kawasan Eropa. ”Pasar di Rusia lumayan besar,” kata Irwan.

Semua itu didukung oleh potensi kekayaan alam Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan. Data menunjukkan, di dunia terdapat sekitar 40.000 jenis tanaman berbunga dan berbuah yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Sekitar 30.000 jenis di antaranya berada di Indonesia. Namun, baru sekitar 1.375 jenis tanaman yang telah diteliti dan diketahui sebagai tanaman obat. ”Tapi, yang dimanfaatkan baru 400 jenis,” ujar Irwan.

Itulah sebabnya, Prof. Hembing Wijayakusuma menekuni penelitian terhadap tumbuh-tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Diyakininya, Indonesia memiliki kekayaan luar biasa, sehingga tidak harus bergantung pada pengobatan modern. ”Kebutuhan masyarakat pasti bisa dipenuhi,” katanya.

Potensi itulah yang dimanfaatkan industri jamu. Kendati demikian, tampaknya industri jamu harus terus-menerus melakukan peningkatan kualitas produknya. Sebab, ada anggapan, jamu dan obat-obatan tradisional memiliki dampak buruk jika dikonsumsi. Selain itu, hasil produksi industri jamu tidak melalui uji klinis. ”Itu anggapan yang salah. Seharusnya pemerintah memberikan kebijakan yang paralel untuk pengobatan tradisional dan modern,” kata Irwan.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sampurno, mengakui adanya hambatan peraturan yang melarang pencantuman obat tradisional sebagai pencegah penyakit. Menurut Sampurno, jamu penurun panas, misalnya, tidak diperbolehkan menggunakan istilah analgesik-antipiretik. Istilah yang harus digunakan adalah hanya untuk mengobati panas dalam.

Sebab itu, untuk masuk ke pelayanan kesehatan modern, obat-obatan tradisional perlu menggunakan konsep fitofarmaka. Acuan itu telah diterbitkan Departemen Kesehatan. ”Obat tradisional yang sudah digunakan puluhan tahun oleh masyarakat tidak perlu lagi melalui uji toksik yang berlebihan,” ujar Sampurno.

Toh, industri jamu memang terus menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat. Jika pada masa lalu industri jamu hanya mengandalkan produknya dalam bentuk bubuk atau seduhan, kini diversifikasi produk dilakukan. Itu karena tidak semua konsumen menyukai jamu ”seduhan”. Maka, dibuatlah produk berupa kapsul, pil, oil, dan pengembangan pada kosmetika.

Menurut Presiden Direktur PT Nyonya Meneer, Charles Saerang, pemanfaatan teknologi untuk memproduksi jamu tak lain untuk meningkatkan kualitas produk. Selain itu, Nyonya Meneer juga melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan tanaman obat. Contohnya dengan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; Universitas Diponegoro, Semarang; serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. ”Tenaga-tenaga profesional pun dilibatkan,” tutur Charles.

Perusahaan-perusahaan farmasi juga getol memproduksi obat-obatan yang menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan. Salah satu produk yang tengah gencar dipromosikan adalah Bioprost. Obat ini dipromosikan untuk membantu mengatasi gangguan prostat. Seperti diketahui, gangguan prostat adalah gangguan pada kelenjar prostat yang mengelilingi kandung kemih dan uretra pada kaum pria. Pembesaran kelenjar ini biasanya dapat menyumbat aliran urine dan kandung kemih, sehingga mengakibatkan kesulitan buang air kecil.

Gejala-gejala lain yang menandai seseorang terkena gangguan prostat, antara lain, sering buang air kecil di malam hari, sulit mengeluarkan dan menghentikan air seni, air seni menetes pada waktu kencing, serta merasa kandung air seni penuh walau sudah berkali-kali kencing.

Bioprost ditujukan untuk pria paruh baya –usia yang rawan mengalami gangguan prostat. Bahan yang digunakan ialah saw palmetto yang berasal dari ekstrak tumbuhan Serenoa repens (bart) small. Tumbuhan ini termasuk dalam keluarga Palmae dan subspesies Coryphoideae. Disebutkan, habitatnya berada di Amerika Utara. Saw palmetto mengandung asam lemak bebas B-sitosterol dan senyawa penting lainnya. Penelitian menunjukkan, ekstrak tersebut bermanfaat membantu mengurangi gejala-gejala akibat hipertrofi prostat jinak.

Sementara itu, Nyonya Meneer, perusahaan jamu yang berpusat di Semarang, mengklaim telah menghasilkan obat rematik dalam bentuk kapsul, yang telah melalui uji klinis. Produk yang bernama Rheumaneer itu disebutkan menggunakan bahan tradisional alami. Yakni ekstrak kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) dan buah cabe jawa (Retrofructi fructus) untuk pereda kejang dan mengurangi bengkak.

Selain itu, Rheumaneer juga menggunakan bahan ekstrak jahe (Zingiberis rizhoma) dan temulawak (Curcumae rhizoma) untuk antirematik dan memperlancar peredaran darah. Bahan lainnya adalah ekstrak temukunci (Panduratae rhizoma) yang berguna sebagai penambah nafsu makan.

Dari Surabaya dikabarkan, Sinse Soesamto dengan ramuan tradisionalnya mampu mengobati kencing manis dan penderita AIDS. Setiap hari, pasien yang datang ke tempat prakteknya di kawasan Tambaksari sebanyak 50-100 orang. ”Selama 20 tahun saya melakukan penelitian,” kata Soesamto.

Namun, Soesamto lebih mengonsentrasikan diri pada ramuan-ramuan yang berasal dari Cina. Setidaknya, ada 80 jenis tanaman yang dimanfaatkan dalam racikan obatnya. Dengan ”kesaktian” ramuan itu, tidak mengherankan jika Soesamto mematok harga Rp 250.000-Rp 300.000 untuk setiap pak ramuannya. ”Sekitar 80% pasien bisa sembuh,” katanya.

Untuk dunia kecantikan, kampiunnya adalah Mustika Ratu dan Sari Ayu Martha Tilaar. Keduanya telah menguasai pasar Indonesia. Produk-produknya tak cuma merambah kawasan Asia, juga menembus Eropa dan Amerika.

Kendati memiliki optimisme, kekhawatiran pun muncul dari kalangan pengusaha jamu. Terutama dengan adanya kebijakan pemerintah yang memberi keleluasaan masuknya produk-produk asing ke pasar Indonesia. Misalnya obat-obatan yang berasal dari Cina. ”Seharusnya pemerintah berani melakukan proteksi. Dan itu dilakukan Cina, sehingga produk Indonesia tidak bisa masuk ke sana,” kata Irwan.

Pada sisi lain, kebijakan suatu negara juga mempengaruhi penjualan obat-obatan tradisional dari Indonesia. Contohnya Malaysia, yang mengharuskan merek jamu menggunakan bahasa Melayu. Kebijakan yang berlaku sejak 1999 itu memukul penjualan obat-obat tradisional yang berasal dari luar Malaysia.

Nyonya Meneer, misalnya, sebelum muncul beleid tersebut, mampu meraup penjualan sebesar Rp 12 milyar per tahun. Namun, kini angka penjualannya melorot tinggal Rp 2 milyar. Secara keseluruhan, industri jamu Indonesia menguasai 50%-60% pasar Malaysia. Nilai rupiah yang diraup sekitar Rp 50 milyar.

”Persoalannya, para konsumen (di Malaysia) tidak mengenali lagi jamu dan obat-obatan dari Indonesia,” kata Charles Saerang. Itu terjadi karena merek-merek tersebut harus menggunakan bahasa Melayu atau bahasa Inggris. Jamu kencing manis harus diubah menjadi ”jamu ke-nis”, pil kecantikan diganti dengan ”pil ke-tikan”. Sedangkan galian singset menjadi ”selangking sedet”. Padahal, kata Charles, nama-nama itu tidak populer dan tidak memiliki arti.

Untuk mendorong tumbuhnya industri obat-obatan tradisional, harus ada keberanian dari pemerintah untuk menempatkan bidang naturopati (tradisional) sama pentingnya dengan alopati (dunia kedokteran dan farmasi). Kebijakan itu, antara lain, dengan memberikan kurikulum pendidikan mengenai obat-obatan tradisional. ”Sehingga, ada tenaga ahlinya yang diakui sebagai ilmuwan,” kata Irwan.

Dengan demikian, pada akhirnya dokter pun bisa memberikan resep obat-obatan naturopati kepada pasiennya. Pada saat ini, lanjut Irwan, banyak obat yang menggunakan bahan alami yang sudah melalui uji klinis. ”Jadi, kualitasnya tidak kalah dengan obat-obatan modern. Sehingga, antara naturopati dan alopati bisa saling melengkapi,” katanya.

Jika kebijakan tersebut dilakukan, akan memudahkan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tidak perlu lagi dipersoalkan antara obat modern dan tradisional. Sebab, ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan modern justru bisa disembuhkan dengan pengobatan tradisional. ”Keterbatasan jumlah dokter akan ditutup dengan pengobatan tradisional,” kata Irwan.

Tag:

Nama latin: Curcuma domestica

Nama daerah: Kunir; Kunyir; Koneng; Kunyet; Kuning; Kuneh

Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m, daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang. Perbanyakannya dengan anakan

Habitat: Tumbuh di ladang dan di hutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di perkarangan. dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang

Kandungan kimia: Tumeron; Zingiberon; Seskuiterpena alkohol; Kurkumin; Zat pahit; Lemak hars; Vitamin C

Khasiat: Kholagog; Stomakik; Antispasmodik; Anti inflamasi; Anti bakteria; Kholeretik

Nama simplesia: Curcumae domesticae Rhizoma


Resep tradisional:



Luka dan kurap


Rimpang kunyit 1 jari; Daun asam 1 genggam; Air sedikit, Dipipis, Tempelkan pada luka dan diganti setiap 3 jam



Mencret


Rimpang kunyit 1/2 jari; Rasuk angin 1/2 sendok teh; Ketumbar 3 biji; Buah kayu ules 1 biji; daun trawas 1 helai, Campuran ditumbuk; ditambah air 115 ml dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml



Nyeri haid


Rimpang kunyit 1 jari; Ketumbar 7 butir; Cengkih 1 butir; Asam kawak; Biji pala, Campuran ditumbuk; ditambah air 110 ml; dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum 1 kali sehari 100 ml



Sakit perut


Kunyit dibakar 1 jari; Kulit batang pulosari 1 jari; Ketumbar 7 biji; Seluruh tanaman patikan cina 1 genggam; Air 1 cangkir, Campuran ditumbuk; ditambah air dan dididihkan sampai diperoleh secangkir; disaring, Bayi umur 5-7 bulan; 1 sendok teh/jam; Anak umur 1-2 tahun; diminum 2 kali sehari; 2 sendok makan; Dewasa; sehari minum 3 kali; 1/2 cangkir